oLive^,^ca’em











{November 4, 2007}   RESUME E-BUSINEss

Apa & Bagaimana E-Business itu???

E-Business itu merupakan suatu implementasi pertukaran barang dan jasa melalui medium elektronis. Dengan E-Business, suatu perusahaan dapat menurunkan total biaya pengeluaran operasional tetap. Lebih jauh, banyak potensi sumber pendapatan baru ditawarkan oleh konsep e-Business. Hal lain yang membuat e-Business menjadi primadona dalam kerangka bisnis modern adalah adanya berbagai data statistik yang menunjukkan kian tingginya nilai bisnis yang terjadi di dunia maya, yang perlahan-lahan tumbuh menyaingi apa yang terjadi dalam dunia nyata.

Fenomena e-Business tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa akan datang.

Seperti halnya ada pepatah yang mengatakan “banyak jalan menuju Roma”,e-Business merupakan salah satu jalan yang dimaksud untuk menuju kepada “the creation of wealth” bagi sebuah perusahaan. Dengan kata lain, cakupan e-Business dapat sangat luas wilayahnya tergantung dari masing-masing orang melihat definisi kata “bisnis” itu sendiri.

Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian e-Business, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan 4W, yaitu:
DIMENSI WHAT
Banyak orang mengira definisi e-Business sama dengan e-Commerce. Secara prinsip, pengertian e-Business jauh lebih luas dibanding e-Commerce, bahkan secara filosofis, e-Commerce merupakan bagian dari e-Business. Jika e-Commerce hanya menfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme tranksaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, e-Business memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan pesaing dengan para pesaing usahanya,dsb. Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar entiti(pelanggan, mitra, pesaing,pemerintah) yang ada di dunia maya, karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-Business.

DIMENSI WHO
Siapa saja yang terlibat di dalam e-Business? Semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup e-Business. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan e-Business masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe e-Commerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya; atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan ekspor impor; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti PDA dengan handphone; atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga, dsb.

DIMENSI WHERE
Hampir semua orang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam e-Business. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses(acces channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana tranksaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka dalam e-Business, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang ibu dapat menggunakan telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDAnya; di lokasi keramaian separti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi(Wartel) untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi e-Business.

DIMENSI WHY
Pertanyaan terakhir yang sering dipertanyakan para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan e-Business sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep e-Business secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yang dapat dihemat, tetapi justru memberi kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimpelementasikan e-Business, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum ditawarkan kepada masyarakat. Di samping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-Business. Yang tidak kalah menariknya adalah bahwa dengan menerapkan konsep jejaring(intenetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerjasama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk barang/jasa. Dan tidak jarang pula sebuah perusahaan berskala kecil, pendapatannya melebihi perusahaan menengah dan besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan e-Business.

Jika teknologi elektronik dan digital sudah diketemukan beberapa puluh tahun yang lalu, ‘mengapa baru booming’ belakangan ini? Jawabnya adalah karena baru setelah tahun 1990-an inilah teknologi internet berkembang dengan pesatnya.

Secara ‘tak terduga’, jaringan internet yang tadinya diperuntukkan bagi lembaga penelitian semacam perguruan tinggi, ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta umat manusia ke dalam sebuah arena jaringan yang dinamakan ‘dunia maya’ (virtual world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital antar berbagai teknologi informasi dan tidak memiliki batas-batas geografis seperti planet bumi yang terbagi atas beberapa negara. :)

 



Tinggalkan Balasan

dan lain-lain